Jelang Hari Tani, Petani Lada Loeha Raya Tagih Kontrak Politik Bupati

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 17:14 0 1623 Arsal Amiruddin
 

TOWUTI – Ketua Asosiasi Petani Lada (APL) Loeha Raya, Ali Kamri Nawir, mengajak petani Lutim turun bersama dalam aksi memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026).

Aksi itu sedianya bakal diarahkan ke Kantor Bupati dan DPRD Lutim di Malili, untuk menyampaikan tuntutan terkait perlindungan petani, serta masa depan perkebunan lada Loeha Raya.

Ajakan Ali disampaikan melalui pesan suara yang beredar di sejumlah media sosial, Selasa (22/9/2026). Ia secara khusus meminta petani lada Loeha Raya bersatu menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

Salah satu tuntutan yang dibawa ialah mendesak pemerintah merealisasikan komitmen politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat Loeha Raya dalam momentum Pilkada Lutim 2024.

BACA JUGA:  Roadshow Golkar Lutim Masuki Hari Terakhir, Konsolidasi Besar di Malili Menanti

Ali menyebut komitmen itu mencakup rencana menjadikan Loeha Raya sebagai kawasan lada terpadu. Menurutnya, janji tersebut perlu direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi kehidupan petani.

“Khususnya kita di Loeha Raya ini, kita mendesak kepada Pemerintah Kabupaten untuk segera merealisasikan janji-janji politik yang telah dirandatangani saat itu. Dimana janji politik itu adalah Loeha Raya akan segera dijadikan sebagai kawasan Lada Terpadu,” ujar Ali dalam pesan suaranya.

Komitmen politik pasangan Irwan Bachri Syam-Puspawati Husler kepada masyarakat Loeha Raya, sedianya mencakup beberapa poin tuntutan seputar persoalan wilayah desa-desa pesisir Towuti.

BACA JUGA:  Refleksi -2,31%, Antara Harapan Diversifikasi dan Bayang-Bayang Ketergantungan

Tak hanya menyasar persoalan infrastruktur, komitmen politik turut menyatakan akan memfasilitasi pembebasan lahan hutan di area konsesi PT. Vale bagi area perkebunan warga di pesisir Towuti.

Persoalan perkebunan lada Loeha Raya sendiri, terus berkembang seiring polemik rencana pengembangan pertambangan di Blok Tanamalia.

APL dalam sejumlah pernyataan terakhir menempatkan keberadaan kebun masyarakat dan ruang hidup petani sebagai bagian penting dalam pembahasan masa depan kawasan.

Ali meminta momentum Hari Tani tidak sekadar menjadi peringatan tahunan. Ia mengajak petani dari berbagai wilayah Lutim hadir bersama untuk menunjukkan tuntutan perlindungan terhadap kehidupan petani.

BACA JUGA:  Sebut Bakal Dorong Sinergi Pemda, Malkadri: Urusan Lalu-Lintas Bukan Hanya Polisi

“Menuntut kepada pemerintah daerah, untuk segera menyelamatkan petani dari gempuran tambang,” kata Ali. Ia juga menyerukan kepada petani lada Loeha Raya secara khusus, agar datang langsung ke Malili pada 24 September.

Menurut Ali, kekompakan petani diperlukan agar aspirasi mengenai masa depan perkebunan lada dapat disampaikan langsung kepada pemerintah dan DPRD.

“Mariki’ bahu-membahu, mariki’ bersatu-padu mendesak, segera menyampaikan aspirasi kita kepada Pemerintah Luwu Timur, untuk segera menjadikan Loeha Raya sebagai kawasan Lada Terpadu,” tandas Ali.