Sulsel Pilot Project Nasional, Menkop Ferry Juliantono Dorong Skema Offtaker KDKMP dengan Alat Pascapanen

waktu baca 3 menit
Minggu, 11 Okt 2026 17:04 0 1283 Arsal Amiruddin
 

SOROWAKO – Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, secara resmi menetapkan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional untuk pengembangan skema off-taker (pembeli/penyerap siaga) bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah strategis ini didukung dengan pengalokasian anggaran pengadaan alat dan mesin pascapanen guna meningkatkan nilai tambah produk hasil bumi masyarakat desa.

Kebijakan itu ditegaskan Menkop Ferry pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Lapangan INIAKU, Sorowako, Nuha, Sabtu (10/10/2026) malam.

“Saya ingin memberanikan diri menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pilot project kegiatan off-taker pengadaan alat mesin bagi kegiatan pascapanen dan pascaproduksi seluruh hasil produk masyarakat desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” tegas Menkop Ferry.

Dua Fungsi Utama KDKMP dan Keterlibatan Ibu PKK

Menkop Ferry menjelaskan bahwa KDKMP didesain oleh Pemerintah Pusat untuk menjalankan dua peran vital dalam memangkas kesenjangan ekonomi antara desa dan kota.

BACA JUGA:  Pasal 33 yang Hampir Hilang, Lima Etape Koperasi dari Konstitusi ke Meja Makan Warga

Tak hanya menyalurkan secara langsung pupuk bersubsidi, gas LPG 3 kg, beras SPHP, dan minyak goreng kepada warga masyarakat agar mendapatkan harga yang lebih murah dan tepat sasaran berdasarkan Peraturan Presiden tentang tata kelola KDKMP.

Selain itu, pula bertindak sebagai penyerap dan penampung hasil produksi masyarakat desa, mulai dari sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga produk-produk UMKM lokal.

Untuk menunjang fungsi off-taker ini, Kemenkop mulai mengalokasikan anggaran untuk penyediaan sarana pascapanen seperti mesin pengering (dryer) gabah, pengatur suhu untuk buah dan sayuran, serta fasilitas cold storage bagi komoditas perikanan dan pertanian.

Menkop secara khusus mendorong agar pembinaan dan pengelolaan teknis off-taker pascapanen ini melibatkan jaringan Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Peran ibu-ibu sangat besar untuk membantu, membimbing, dan membina para pelaku yang memproduksi produk-produk UMKM. Nanti yang membina kegiatan off-taker ini adalah ibu-ibu PKK,” ulas Menkop.

BACA JUGA:  Menhub Budi Karya Dikabarkan Kembali Positif Covid-19, Begini Fakta Sebenarnya!

Kebijakan Daerah KDKMP dan Pandu Juara

Bupati Irwan Bachri Syam, melaporkan bahwa dari 128 desa dan kelurahan di Lutim, pembangunan fisik KDKMP telah rampung di 77 desa/kelurahan, 6 gedung dalam proses penyelesaian, dan 10 lokasi lain dalam tahap verifikasi.

Selain itu, sebanyak 68 KDKMP telah menerima unit kendaraan operasional guna mendukung kelancaran distribusi barang dari sentra produksi ke pasar.

Capaian ini menempatkan Lutim masuk dalam tiga besar kabupaten dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak di Sulsel.

Lutim juga telah merintis pembangunan 9 Koperasi Nelayan Merah Putih, termasuk di kawasan pesisir Danau Towuti, serta mengusulkan 11 lokasi baru.

Kebijakan nasional ini turut berpadu dengan program Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang tengah digagas Pemkab untuk membangun rantai usaha desa terintegrasi.

BACA JUGA:  Kemiskinan Ekstrem Tinggi, Lutim Disebut Alami Kutukan Sumber Daya Alam

Di sana, disebut bila petani, nelayan, dan UMKM bertindak sebagai pelaku utama produksi. BUMDes dan BUMDesma berperan mengorganisir usaha, menyediakan sarana produksi, dan mengolah hasil.

Lalu, KDKMP sendiri akan bertindak sebagai penyerap (off-taker) sekaligus penghubung ke pasar yang lebih luas.

Sebagai dukungan permodalan di tingkat tapak, Pemkab Lutim mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp.2 miliar per desa, meski masih terbatas bagi 33 desa percontohan program Pandu Juara.

Selama sambutannya, Menkop Ferry sendiri turut menyampaikan apresiasi tinggi atas soliditas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulsel yang hadir lengkap di Sorowako.

“Saya pertama kali hadir di provinsi di Indonesia yang Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wali Kotanya kompak semuanya. Ini begitu luar biasa dan bisa menjadi contoh bagi provinsi-provinsi yang lain,” puji Menkop Ferry.