Harkopnas ke-79 di Sorowako Dorong Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Okt 2026 11:39 0 1278 Arsal Amiruddin
 

NUHA – Penguatan koperasi dan UMKM sebagai lembaga ekonomi rakyat menjadi pesan utama dalam pembukaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Lapangan Iniaku, Sorowako, Nuha, Selasa (6/10/2026) malam.

Ketua Panitia, Senfry Oktavianus, mengatakan expo yang berlangsung hingga 10 Oktober 2026 itu diarahkan tidak sekadar menjadi ruang pamer produk, tetapi juga momentum memperluas akses pemasaran dan memperkuat hubungan antara pemerintah, gerakan koperasi, BUMDes, BUMDesma, UMKM dan dunia usaha.

“Adapun tujuan kegiatan ini adalah yang pertama memberikan ruang yang lebih luas bagi koperasi dan UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan serta memperluas akses pemasaran,” kata Senfry dalam sambutannya.

Menurutnya, kegiatan juga ditujukan untuk mendorong koperasi tumbuh sehat, profesional, modern dan berkelanjutan. Expo sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Lutim kepada peserta dari berbagai daerah.

Mengusung tema “Transformasi Koperasi Modern Berdaya Saing, Sulawesi Selatan Maju, Indonesia Berjaya”, kegiatan diikuti kontingen dari 23 kabupaten/kota, pemerintah daerah, gerakan koperasi, pelaku UMKM dan dunia usaha. Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 3.000 orang.

Expo, Seni dan Potensi Daerah

Pembukaan berlangsung dengan sejumlah penampilan seni dan hiburan. Rangkaian kegiatan juga mencakup expo produk koperasi dan UMKM, berbagai lomba, serta agenda yang mempertemukan pelaku koperasi dan UMKM dari berbagai daerah.

Persiapan sebelumnya di Lapangan Iniaku, telah disulap sebagai pusat kegiatan selama lima hari, dengan stand dari peserta daerah dan sejumlah penampilan yang melibatkan pelajar serta unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, mengatakan kesempatan menjadi tuan rumah tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan agenda provinsi, tetapi juga mempertemukan berbagai potensi ekonomi dan memperluas jejaring usaha.

“Bagi kami menjadi tuan rumah bukan sekadar menerima atau menyelenggarakan sebuah agenda. Tetapi merupakan kesempatan untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi, memperluas jejaring usaha, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Irwan juga menekankan posisi koperasi agar tidak berhenti sebagai lembaga administratif. Koperasi, kata dia, harus mampu menciptakan transaksi, memperkuat posisi tawar masyarakat dan meningkatkan pendapatan anggota.

Di Lutim, pendekatan itu dikaitkan dengan program Pandu Juara yang mengembangkan potensi unggulan desa serta menghubungkan produksi masyarakat, UMKM, koperasi dan pasar.

“Koperasi tidak mengambil ruang ekonomi rakyat, tetapi akan memperluas,” kata Irwan.

Koperasi Berprestasi Turut Mendapat Penghargaan

Selain expo dan pertunjukan, pembukaan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah koperasi berprestasi. Beberapa penerima dari Lutim di antaranya KDKMP Desa Balantang, KDKMP Desa Matompi, dan KDKMP Desa Langkea Raya.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah koperasi lainnya, antara lain Koperasi Karyawan PT.Vale, Koperasi Mahasiswa Akademi Teknik Sorowako, dan KSP Rahmat Mandiri, bersama penerima pada beberapa kategori lainnya.

Prosesi penghargaan berlangsung di panggung utama setelah rangkaian sambutan dan pembukaan. Para penerima tampak membawa piagam penghargaan dalam sesi foto bersama di hadapan panggung utama.

Rangkaian Pekan Expo Koperasi dan UMKM selanjutnya masih akan berlangsung hingga 10 Oktober. Dalam agenda yang disampaikan Bupati, peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan wisata Danau Matano dan Taman Kehati.

Irwan juga mengajak peserta menikmati dange yang disebut sebagai salah satu bagian dari identitas kegiatan, sembari memperkenalkan potensi kuliner dan wisata Lutim kepada para tamu dari berbagai daerah.