Pemulihan Towuti Dorong Perputaran Ekonomi, PT Vale Siapkan Kompensasi dan Peluang Kerja Lokal

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Sep 2025 00:36 0 1363 Tim Redaksi
 

TOWUTI – Pasca insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memastikan dampak ekonomi warga mendapat perhatian serius.

Hingga 24 September 2025, tercatat 284 aduan dari enam desa terdampak, mulai dari sawah, kebun, empang, hingga ternak dan sumur air. Seluruh laporan diklasifikasikan sesuai tingkat keparahan untuk menjamin kompensasi lebih adil dan proporsional.

“Kami memastikan setiap warga yang terdampak benar-benar terdata, diverifikasi, dan mendapatkan haknya. Proses ini kami jalankan transparan dan berbasis partisipasi,” ujar Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, Kamis (25/9).

RDP PT Vale Indonesia dengan DPRD Luwu Timur, Kamis (25/9).

Proses kompensasi ini dinilai bukan hanya bentuk tanggung jawab perusahaan, melainkan juga penggerak ekonomi lokal. Dana yang disalurkan ke masyarakat akan berputar kembali di sektor konsumsi, perdagangan, dan jasa di wilayah Luwu Timur.

Selain kompensasi, PT Vale juga membuka peluang kerja tambahan melalui program pembersihan lingkungan, monitoring, serta keterlibatan tim teknis di lapangan.

Ratusan tenaga lokal dilibatkan untuk mempercepat proses pemulihan, dari pembersihan sisa minyak di pinggir sungai hingga pengawasan kualitas air.

RDP PT Vale Indonesia dengan DPRD Luwu Timur, Kamis (25/9).

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, pemulihan pascainsiden justru membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kompensasi memberi keadilan, sementara peluang kerja baru menjadi tambahan manfaat nyata bagi warga,” katanya.

Dengan pendekatan terpadu antara pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi, PT Vale berharap kepercayaan masyarakat kembali pulih.

Lebih jauh, momentum ini diyakini akan memperkuat posisi Luwu Timur sebagai kawasan industri berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama. (*)