Puncak Harkopnas Sabtu Malam, Jalan Sehat Minggu Pagi di Pantai Ide

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Okt 2026 20:02 0 1280 Arsal Amiruddin
 

SOROWAKO – Akhir pekan di Sorowako bakal diramaikan dua agenda Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Setelah lima hari pelaksanaan Pekan Expo K-UMKM, masyarakat masih punya kesempatan menyaksikan puncak acara pada Sabtu (10/10/2026) malam dan mengikuti Jalan Sehat Anti Mager pada Minggu (11/10/2026) pagi.

Panitia menjadwalkan puncak acara berlangsung pukul 19.30 WITA di Lapangan Iniaku, Sorowako. Tamu undangan dianjurkan mengenakan batik.

Sementara itu, Jalan Sehat Anti Mager dimulai pukul 06.00 WITA pada Minggu pagi. Peserta akan memulai perjalanan dari Lapangan Golf dan mengakhiri rute di Pantai Ide. Pakaian olahraga menjadi pilihan yang dianjurkan panitia.

Dua agenda ini melengkapi semarak Pekan Expo K-UMKM yang telah berlangsung sejak 6 Oktober di Lapangan Iniaku.

Masyarakat tidak hanya bisa menikmati rangkaian acara, tetapi juga melihat lebih dekat produk koperasi dan UMKM dari berbagai daerah.

BACA JUGA:  Di Balik Stand Kakao PT. Mars, Ada Gagasan tentang Kebun yang Lebih Alami

Ada Kerja Sama Pasokan Pangan Antardaerah

Di tengah rangkaian kegiatan, Jumat (9/10/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim, Enrekang, dan Sidenreng Rappang (Sidrap) menandatangani nota kesepakatan bersama terkait distribusi dan pemenuhan pasokan pangan strategis.

Penandatanganan berlangsung di Taman Antar Bangsa (TAB), Sorowako. Berdasarkan materi yang ditampilkan di lokasi, kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat distribusi pangan dan menjaga ketersediaan komoditas strategis melalui kolaborasi antarpemerintah kabupaten.

Kesepakatan tersebut menambah dimensi kegiatan Harkopnas, yang tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan perayaan koperasi, tetapi juga ruang membangun jejaring ekonomi antardaerah.

Dari Expo hingga Penghargaan Koperasi

Harkopnas ke-79 di Lutim mengusung tema “Transformasi Koperasi Modern Berdaya Saing, Sulawesi Selatan Maju, Indonesia Berjaya”.

BACA JUGA:  Tak Hanya Demo, JAKAM Minta Disnaker Periksa PT. PST

Kegiatan ini diikuti kontingen dari 23 kabupaten/kota, unsur pemerintah daerah, gerakan koperasi, pelaku UMKM, dan dunia usaha. Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 3.000 orang.

Ketua Panitia, Senfry Oktavianus, mengatakan expo dirancang bukan sekadar menjadi ruang pamer produk.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas akses pemasaran, mempertemukan pelaku usaha, serta memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Lutim.

Pada pembukaan, sejumlah koperasi berprestasi turut menerima penghargaan. Dari Lutim, penerimanya antara lain KDKMP Desa Balantang, KDKMP Desa Matompi, dan KDKMP Desa Langkea Raya.

Rangkaian kegiatan juga diisi Seminar Perkoperasian di Aula Ontae Luwu, Kamis (8/10/2026). Lima narasumber membahas koperasi dari perspektif konstitusi, budaya, pangan, kebijakan daerah, hingga praktik bisnis.

Dalam seminar itu, perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lutim turut menjadi perhatian. Sebanyak 77 dari 128 desa disebut telah memiliki bangunan KDKMP.

BACA JUGA:  Penasehat WTC Soroti Penegakan Hukum, “Tajam ke Petani Tumpul ke Investor”

Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa koperasi harus mampu memperkuat ekonomi masyarakat, bukan sekadar menjadi lembaga administratif.

“Koperasi tidak mengambil ruang ekonomi rakyat, tetapi akan memperluas,” ujarnya.

Selain kegiatan pameran dan seminar, peserta dari luar daerah juga dijadwalkan mengunjungi Danau Matano dan Taman Kehati. Kuliner khas dange turut diperkenalkan sebagai bagian dari identitas daerah.

Masyarakat Lutim, khususnya warga Sorowako dan sekitarnya, dapat memanfaatkan akhir pekan ini untuk mengunjungi expo, melihat produk unggulan koperasi dan UMKM, serta ikut berolahraga bersama dalam Jalan Sehat Anti Mager.

Puncak acara Sabtu malam dan jalan sehat Minggu pagi menjadi dua agenda penutup yang melengkapi semarak Harkopnas ke-79 di Bumi Batara Guru.