Mengenal Warisan Leluhur, Epoch Class SMAN 4 Lutim Gelar Studi Wawasan di Matano

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 13:26 0 1320 Tim Redaksi

Laporan Citizen Reporter: James Evanggelion Daniella (Siswa SMAN 4 Lutim)

 

SOROWAKO — Upaya mengenalkan sejarah dan warisan budaya daerah kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.

Salah satunya dilakukan oleh siswa-siswi Epoch Class (XI Kesehatan 2) SMAN 4 Luwu Timur yang menggelar Studi Wawasan ke Yayasan Wawainia Rahampu’u Matano, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang bertujuan memperluas pengetahuan siswa mengenai sejarah Matano, Sorowako, serta peradaban yang pernah berkembang di wilayah yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Luwu Timur.

Rombongan berangkat sekitar pukul 09.20 WITA dari Villa Fatimah menuju Sekretariat dan Pusat Riset Peradaban Matano. Setibanya di lokasi, para peserta disambut oleh Sharon yang memandu sesi pengenalan sejarah kawasan Matano.

Dalam pemaparannya, Sharon menjelaskan berbagai aspek sejarah Kabupaten Luwu Timur, khususnya wilayah Matano dan Sorowako yang memiliki jejak peradaban panjang serta menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Tana Luwu.

Melalui sesi tersebut, para siswa diajak memahami bagaimana kawasan Matano berkembang dari masa ke masa serta berbagai warisan budaya yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Usai mengikuti sesi di Sekretariat dan Pusat Riset Peradaban Matano, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Wawainia Matano yang juga merupakan kediaman Mokole Wawainia Rahampu’u Matano.

Di museum tersebut, Bayu selaku pemandu studi wawasan memperkenalkan berbagai koleksi benda bersejarah yang ditemukan di kawasan Matano. Sejumlah artefak yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 menjadi salah satu daya tarik utama dalam kunjungan tersebut.

Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai peninggalan masa lalu, mulai dari topi perang, senjata tradisional, hingga bahan-bahan yang digunakan masyarakat pada masa lampau untuk membuat peralatan dan perlengkapan kehidupan sehari-hari.

Kunjungan itu memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para peserta. Tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku pelajaran, mereka juga dapat melihat secara langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban Matano.

Setelah menyelesaikan rangkaian studi wawasan, Epoch Class berkesempatan bertemu dengan Permaisuri Mokole Wawainia Rahampu’u Matano, Zeni Ranggo, yang didampingi H. Abutar Ranggo.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Zeni Ranggo menyampaikan apresiasi atas kunjungan para siswa yang menunjukkan kepedulian terhadap sejarah dan budaya daerah.

Sebagai bentuk penghargaan, pihak Yayasan Wawainia Rahampu’u Matano menyerahkan plakat kepada Epoch Class SMAN 4 Luwu Timur atas kunjungan dan partisipasi mereka dalam kegiatan edukasi sejarah tersebut.

Momen kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyampaian yel-yel khas Epoch Class yang dipimpin oleh James. Dengan penuh semangat, para siswa meneriakkan slogan “SMA Negeri 4 Luwu Timur” yang disambut serentak dengan pekikan “Goes To Yayasan Wawainia Rahampu’u Matano!”

H. Abutar Ranggo yang turut mendampingi kegiatan tersebut juga mendorong para pelajar untuk terus mempelajari sejarah daerahnya sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya leluhur.

Kegiatan studi wawasan ditutup dengan foto bersama antara siswa, guru pembina, pendamping, serta keluarga besar Yayasan Wawainia Rahampu’u Matano.

Melalui kunjungan ini, Epoch Class SMAN 4 Luwu Timur tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang sejarah Matano, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Di tengah arus modernisasi, pemahaman terhadap sejarah lokal dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal akar identitas daerahnya. (*)