Sembilan Hari Pascakebakaran, Pemkab Luwu Timur Intensif Salurkan Bantuan untuk Warga Sorowako

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Sep 2025 17:20 0 1336 Tim Redaksi
 

NUHA – Sembilan hari setelah kebakaran hebat melanda kawasan Sorowako, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan dan pemulihan para korban.

Posko pengungsian yang menjadi pusat penanganan pascabencana masih aktif beroperasi dan menjadi titik utama penyaluran bantuan dari berbagai pihak.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, kembali turun langsung ke lokasi pada Kamis malam (4/9/2025).

Ia meninjau posko pengungsian sekaligus memantau distribusi bantuan yang dihimpun dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Luwu Timur.

Berbagai jenis kebutuhan pokok terlihat menumpuk di posko, mulai dari beras dalam berbagai ukuran, air mineral, mie instan, gula, minyak goreng, pakaian, perlengkapan mandi dan bayi, telur, hingga sarung, sandal, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Jumlahnya mencapai ratusan paket yang siap disalurkan untuk warga terdampak.

“Alhamdulillah, malam ini teman-teman dari OPD se-Kabupaten Luwu Timur telah memberikan bantuan yang luar biasa banyaknya. Kami pastikan semua bantuan ini akan segera didistribusikan dengan adil dan merata, untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran,” ungkap Bupati Irwan.

Selain dari OPD, dukungan juga datang dari Universitas Cokroaminoto Palopo dan komunitas sosial Kami Peduli Sosial (KPS) Makassar.

Mereka mengirimkan tambahan bantuan berupa ikan sarden, susu, popok bayi, mainan anak-anak, parsel, hingga kebutuhan sandang lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menambah kuat semangat solidaritas bagi korban yang masih berada di pengungsian.

Setelah meninjau bantuan, Bupati Irwan melanjutkan kunjungannya ke tenda-tenda pengungsian. Ia menyapa warga, memberikan motivasi, serta memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam masa sulit ini.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, serta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Luwu Timur, Maria Claret Nita Tampa.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa penanganan pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah, dengan tujuan memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak tetap terjaga. (*)